Setiap kucing yang dititipkan, Sri harus memastikan kesehatannya. Caranya dengan melakukan beberapa pengecekan seperti telah divaksin dengan ditunjukkan buktinya dan utamanya juga harus sehat.
"Sebelum masuk itu kita harus ada syaratnya bebas kutu sama jamur, sama harus sehat, kan di sini penitipan sehat. Jadi harus sehat, terus kita tanya sudah vaksin apa belum, sudah obat cacing atau belum. Biasanya kalau sudah vaksin ada bukunya vaksin," ujarnya.
Mayoritas dari pemilik kucing itu berencana menitipkan dari sepekan hingga 10 hari, selama ditinggal mudik lebaran. Masa penitipan itu disebut Sri tergolong singkat, berbeda dibandingkan tahun 2021 lalu yang rata-rata lebih dari 10 hari. Bahkan ada yang berbulan-bulan dititipkan, karena banyak pemilik hewan yang terjebak tidak dapat kembali ke Malang, imbas pengetatan perjalanan karena pandemi Covid-19.
"Tahun lalu sepi nggak ada yang mudik tapi kebanyakan yang nitip seperti mahasiswa yang udah kejebak, dia misalnya nitip bulan April sampai Agustus, kan kemarin lockdown. Jadi berbulan-bulan, ada yang minta kirimkan juga ke luar kota," tuturnya.
Sri menambahkan, para pemilik hewan peliharaan yang menitipkan ke dirinya, ada sebagian yang merupakan pelanggan lama yang tahun sebelum pandemi Covid-19 kerap menitipkan hewan peliharaannya, ada yang merupakan pelanggan baru. Mereka datang dengan beragam permintaan khusus mulai dari cara makan kucing, hingga permintaan kandang khusus kepada kucing peliharaannya.