Kedua pendaki mengaku tidak segera turun karena terkendala cuaca buruk dan bekal yang mereka bawa masih cukup.
Salah satu pendaki, Yahya Muchyiddin mengatakan, dia dan rekannya mulai mendaki gunung Sabtu pukul 23.30 WIB. Sampai di Pos Candi Wayang hari Minggu sekitar pukul 01.00 dini hari.
Setelah istirahat, keduanya melanjutkan perjalanan dengan santai hingga mencapai puncak pukul 05.30 pagi. Keduanya berencana turun gunung pada sore hari.
“Rencana mau turun sore tapi anginya kencang, kita nge-camp lagi semalam karena logistik kita cukup. Sekitar pukul 09.00 WIB kondisi cuaca baik, lalu kita turun. Ya baru tahu di atas Candi Wayang ada petugas yang kasih tahu,” katanya.
Sementara itu Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander memastikan kedua kondisi pendaki dalam kondisi selamat dan hanya luka ringan dan kelelahan. Peristiwa ini terjadi karena ada salah komunikasi antara dua pendaki dan pihak pos pendakian Telogo.
“Awalnya mendapat laporan dari masyarakat, ada pendaki hilang kontak. Seharusnya hari Minggu sudah turun, namun tidak ditemukan.Tim dari TNI-Polri dan unsur relawan melakukan pencairan. Alhamdulilah hanya miss komunikasi seharusnya turun tapi karena cuaca buruk tertahan di atas,” katanya.