Diduga Malapraktik, Balita 21 Bulan Meninggal Usai Disuntik Antibiotik

Yoyok Agusta
Teti Rihardini didampingi suaminya, Yudi Purnomo saat mendatangi RS Aisyiah Siti Fatimah Sidoarjo Jawa Timur untuk meminta tanggungjawab rumah sakit tersebut atas meninggalnya anaknya setelah disuntik antibiotik. (Foto: iNews.id/Yoyok Agusta)

Tuti menegaskan somasi yang dilayangkan ke rumah sakit itu karena paham tindakan yang mereka lakukan tidak sesuai standar. Sejak awal, Tuti mengaku sudah memberitahukan ke dokter dan perawat jika anaknya mengalami gejala alergi terhadap penggunaan antibiotik, tapi tidak dilakukan antisipasi dan diberikan tindakan yang tepat.

Tuti mengaku sudah berkali-kali meminta bantuan perawat hingga berjam-jam namun tidak direspons oleh dokter anak yang menangani anaknya.

“Sejak datang dari jam 4 sampai 9 malam sudah laporan, tapi tidak ditindaklanjuti. Sampai saya beberapa kali keluar ke pos perawatan supaya ada perhatian dari suster, tapi hanya dijawab dengan sabar bu . Setelah anak saya kritis yang ditandai lidah membiru, langsung saya bawa anak saya ke lantai dasar tempat dokter anak praktik. Di situ, baru langsung mendapat penanganan namun nyawa anak saya sudah tidak tertolong,” katanya.

Pihak keluarga hingga saat ini masih menunggu iktikad baik dari rumah sakit dan apabila tidak ada iktikad baik, pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan dokter rumah sakit ke polisi atas dugaan malapraktik.

Direktur RS Aisyiah Siti Fatimah, dr Catur Priambodo mengatakan kasus meninggalnya Ahmad Ahza ini menurut hasil rekam medis pasien bukan karena dugaan malapraktik, tetapi justru karena risiko medis atas penggunaan obat antibiotik yang sebelumnya juga disetujui oleh keluarga korban.

Catur juga membantah jika dokter yang menangani balita itu telah lalai menjalankan tugasnya. Hal itu sesuai dengan rekam medis yang dimiliki pihak rumah sakit.

“Dari data yng kami miliki sejak pasien mengeluh dengan reaksi yang timbul setelah dua jam diberi suntikan kami sudah lakukan tindakan. Kita lakukan langkah antisipasi dengan terapi yang lain. Terapi sudah sesuai SPO yang ada,” tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Kasus Ibu-Bayi Meninggal Diduga Malapraktik Rumah Sakit di Indramayu, Polisi Panggil Para Saksi 

3 tahun lalu

Dugaan Malapraktik Kasus Ibu-Bayi Meninggal, RSUD Sentot: Kami Tangani Sesuai Prosedur

3 tahun lalu

Kasus Ibu-Bayi di Indramayu Meninggal Diduga Korban Malapraktik, Ini Kata RSUD Sentot

3 tahun lalu

Viral Video Ibu dan Bayi di Indramayu Meninggal usai Persalinan, Suami Sebut Diduga Malapraktik

3 tahun lalu

Beredar Video Sebut RSHS Bandung Diduga Malapraktik, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal