Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat para anggota perguruan silat melakukan konvoi dan melintas di jalan Desa Kauman Kecamatan Kabuh.
“Mereka diduga pengaruh minum-minuman keras yang dikonsumsinya. Para anggota perguruan silat ini kemudian berhenti dan menyerang warga yang melihat konvoi mereka,” katanya, Rabu (28/9/2022).
Selain dengan tangan kosong, kata dia, para pesilat ini juga mengejar warga hingga ke tengah sawah lalu menyerangnya dengan senjata tajam, kayu, dan batu. Akibat serangan tersebut, 3 orang luka-luka.
“Delapan orang sudah ditangkap. Jumlah tersangka masih akan bisa bertambah lagi,” ucapnya.
Agar peristiwa seperti ini tidak terus terulang, polisi mengimbau para pimpinan perguruan silat agar mengendalikan anggota masing-masing setiap menggelar acara.
“Jika ada yang berani berbuat onar dan mengganggu warga, kami mengancam akan melakukan tindakan tegas terhadap mereka,” katanya.