Komisioner KPU Kota Kediri Anis Iva mengatakan, pendirian TPS di Pesantren Lirboyo Kediri termasuk di Aula Muktamar PP Lirboyo, Kota Kediri tersebut adalah berbasis DPTb. Di aula itu, ada delapan TPS, sedangkan secara keseluruhan di PP Lirboyo Kediri ada 17 TPS.
Anis menyebut, secara total pemilih yang terkonsentrasi di pondok pesantren ini ada 4.493 orang pemilih. Selain memilih di pondok, ada juga yang memilih di TPS reguler sekitar 518 santri. Namun, untuk keseluruhan santri Lirboyo Kota Kediri yang mengajukan pindah memilih adalah 5.011 orang santri.
"Mereka menggunakan hak pilih mulai jam 07.00 WIB hingga jam 13.00 WIB, sama dengan yang terdaftar di DPT. Untuk surat suara tergantung darimana mereka berasal, ada yang hanya dapat untuk surat suara calon presiden dan calon wakil presiden saja, bahkan ada juga yang dapat lima surat suara, karena KTP masih dalam satu daerah pilihan," tutur dia.
Selain di TPS yang berada di Pondok Lirboyo, Kota Kediri, juga ada TPS di dalam lapas, yang ikut dalam TPS di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Total ada 719 pemilih di TPS dalam Lapas Kelas II A Kediri tersebut.
Jumlah warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) yang diputuskan sebanyak 8.731 pemilih. Mereka warga dari luar Kota Kediri yang ikut pindah pilih di Kediri, sedangkan warga Kota Kediri yang pindah pilih ke kota lain tercatat 996 pemilih. Semuanya tersebar di 46 kelurahan di tiga kecamatan. Aspirasi mereka disalurkan di 24 TPS di Kota Kediri. Jumlah DPTb ini juga terbesar se-Indonesia.