Capaian tersebut, lanjut Gubernur Khofifah, juga sejalan dengan upaya Pemprov Jatim untuk terus mengurangi disparitas antara desa dan kota, terutama masalah kemiskinan.
Sebagaimana diketahui, kemiskinan perdesaan hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding perkotaan. Pada September 2018, disparitas kemiskinan desa-kota mencapai 8,24 persen, sementara pada Maret 2023 sudah menyempit menjadi 6,48 persen.
Gubernur Khofifah berharap, tahun ini, disparitas kemiskinan desa dan kota di Jatim terus menyempit.
"Dengan capaian ini, tentu tidak akan menyurutkan upaya kita. Sebaliknya ke depan kita akan lebih giat sehingga menjadikan Jatim zero kemiskinan ekstrem," ucap Khofifah.