"Awalnya memang ada program di desa bernama kampung net. Nah di titik-titik hotspot itulah yang kami pakai untuk akses internet gratis bagi siswa belajar online," katanya.
Pihaknya berharap warga yang memiliki jaringan internet pribadi juga ikut membantu memberikan akses kepada siswa di sekitarnya. Total ada sekitar 250 sambungan internet yang bisa digunakan.
Menurutnya, semua warganya selama ini juga ikut memperhatikan siswa yang belajar secara daring ini. Jika ada yang membutuhkan bantuan, mereka tidak pernah keberatan.
"Yang punya akses internet pribadi biasanya memberikan password kepada siswa yang membutuhkan jaringan internet," ujarnya.
Bahkan, pihak desa siap memfasilitasi keperluan laptop dan handphone bagi siswa yang membutuhkan. Bantuan ini sangat membantu memperlancar proses belajar mengajar secara virtual.
"Kami senang bisa terus belajar. Karena di rumah gak punya akses internet," kata Nela, salah satu siswi kelas IV MI Roudhotul Tholibin, Desa Tanggulrejo.