Diketahui, terduga teroris DED diamankan di sebuah konter telepon seluler di Desa Tanjung Tani, Kecamatan Prambon, sekitar pukul 18.30 WIB Selasa (14/5/2019) kemarin. DED saat itu baru selesai membeli pulsa.
Salah seorang tetangga, Erna mengatakan istri bersangkutan, SA jarang bergaul dengan tetangga. SA sudah di rumah keluarganya sejak satu tahun belakangan dari mulai hamil hingga melahirkan. Kini, bayi laki-lakinya itu sudah berumur sekitar tujuh bulan.
“Dia dulu kerja di luar negeri beberapa kali dan terakhir tiba-tiba menikah. Saat menikah orang tua dan keluarga juga tidak diberi tahu. Jadi pulang sudah hamil dan melahirkan di rumah orang tua,” kata Erna.
Dia menambahkan, suami SA, yang sudah diamankan Densus, juga agak pendiam. Namun, saat waktu salat tiba, DED selalu mengumandangkan azan.
Para tetangga pun kaget serta tidak menyangka polisi akan ke rumah tetangga mereka. Polisi sempat membawa istri serta ibu yang bersangkutan ke Mapolres Nganjuk. Sementara ayah DED masih di rumah. Polisi sebelumnya memasang garis di depan rumah itu dan kini sudah dilepas.
Warga lainnya Imam Syafii juga mengatakan, keluarga DED dikenal jarang bergaul. Namun, warga tidak pernah melihat ada hal yang mencurigakan dari mereka. “Jarang bergaul dan enggak pernah keluar rumah, tapi ya biasa saja, enggak ada yang aneh,” katanya.