Di luar itu, Trunoyudo juga mengapresiasi para buruh karena tetap kondusif selama menjalan aksi. Hanya saja, ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi di beberapa titik. “Prinsipnya, kami sudah mengantisipasi atas insiden yang terjadi di beberapa daerah di Jatim,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim Ahmad Fauzi berterima kasih kepada Polda Jatim atas pengamanan selama aksi. Hanya, dia mengakui ada beberapa provokasi di beberapa lokasi.
“Sangat disayangkan aksi ini dicederai oleh penyusup yang sengaja membuat suasana menjadi ricuh. Di lapangan banyak anak-anak berusia 15 tahun hingga 9 tahun. Mereka di luar dugaan kita. Menyusup, memprovokasi kegiatan pekerja, kegiatan para buruh dengan membawa batu,” ujarnya.
Karena itu, dia meminta aparat kepolisian untuk memproses pelaku secara hukum. “Ada anggota kami di Gresik yang kena pentungan, kena lemparan batu mereka,” katanya.