“Karena itu, kami meminta adik-adik mahasiswa juga tertib. Jangan bertindak anarkistis sehingga memancing emosi aparat. Imbauan sama juga kami sampaikan kepada aparat keamanan. Prinsipnya, aspirasi tetap bisa disampaikan dengan baik, tanpa ada ketegangan,” katanya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, pihaknya juga menyiagakan mobil rantis dan water cannon. “Walau begitu tidak ada senjata tajam. Peluru karet juga tidak dipakai,” ujarnya.
Luki optimistis, aksi yang dijadwalkan berlangsung siang ini berjalan kondusif. Tidak ada gangguan, apalagi kerusuhan. “Kami juga sudah siapkan 700 aparat pengamanan untuk mengawal aksi,” katanya.
Diketahui, Kamis (26/9/2019) hari ini, akan ada aksi massa besar-besaran di Kota Surabaya. Aksi ini akan dilakukan di depan kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura. Lebih dari 5.000 orang akan turun yang terdiri atas mahasiswa, ormas dan masyarakat umum.
Sesuai agenda, massa yang mengatasnamakan aliansi Kekuatan Sipil ini menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang dinilai kontroversial. Di antaranya revisi UU KPK dan RUU KUHPidana.