Debat Pamungkas Pilwali Surabaya, Peluang 2 Paslon Rebut Swing Voters 

Aan Haryono
Dua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya saat debat publik II beberapa waktu lalu. (Foto: iNews.id/ihya' ulumuddin)

Dalam beberapa hari terakhir banyak keluar hasil survei yang menunjukan beragam angka bagi kedua paslon. Hasil hasil survei akan berpengaruh dan tidaknya pemilih rasional kritis serta memiliki efek terpaan yang lumayan.

“Disamping ada fenomena anut grubyuk dan efek echo ruang gema politik. Biasanya orang akan ikut pada yang punya peluang menang dan majority,” ujarnya. 

Untuk angka golput sendiri, katanya, berada dalam situasi normal kisarannya 10-15 persen. Biasanya 11 atau 12 persen dan tidak akan terlalu mengubah peta. Dalam situasi pandemi memang problem tidak hadir di TPS akan jadi masalah jika selama ini angka partisipasi pilkada normal 50 persen sampai 60 persen.

“Jika menggunakan logika umum decrease 20 persen akibat pandemi yang berlaku di semua sektor, maka angka partisipasi masih bisa 40 persen. Menurut saya jika melihat budaya masyarakat timur yang guyub dan anut grubyuk,  saya pikir tidak akan terlampau jatuh dan mengubah drastis petanya,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPU Batalkan Debat Ketiga Pilkada Sampang, Ternyata Karena Ini

57 tahun lalu

Didukung Perindo, Fahmi-Dida Tampil Memukau di Debat Publik Pilwalkot Sukabumi

57 tahun lalu

Gandeng Mantan Jubir KPK, Paslon Machfud-Mujiaman Gugat Pilkada Surabaya ke MK 

57 tahun lalu

Rekapitulasi Suara Tuntas, Eri Cahyadi-Armuji Jadi Pemenang di Pilkada Surabaya 

57 tahun lalu

Real Count PDIP: Eri-Armudji Unggul 14,04 Persen dari Machfud-Mujiaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal