Karena itu, menurut Khofifah, butuh ada tambahan kuota di Jatim agar kebutuhan tenaga medis, dokter, perawat dan masyarakat yang membutuhkan masker, APD dan juga hand sanitizers bisa tercukupi.
“Dengan adanya kuota khusus untuk masyarakat Jatim, terutama untuk tim dokter, paramedis dan yang memberikan layanan kesehatan ke masyarakat, saya harap alat pelindung dirinya bisa tercukupi,” ujarnya.
Diketahui, industri masker di Jombang memiliki kapasitas produksi sebanyak 250.000 masker per hari. Sedangkan untuk APD, pabrik tersebut mampu menghasilkan sebanyak 1.000 buah per hari. Jika biasanya Jatim hanya mendapatkan pasokan maksimal 20 persen dari total produksi, Khofifah ingin jumlah ini bisa ditambah.