"Kami mengalami kesulitan (pembiayaan), sehingga pemerintah daerah sangat berharap pada provinsi maupun pusat. Ini untuk sama-sama karena di sini (Blitar) ada proyek nasional, Pansela. Ini harus disambut dengan (jalan) sirip-sirip yang tentunya akan meningkatkan perekonomian," ujarnya.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Guntur Wahono menyatakan siap memberi dukungan untuk proyek JLS. Meski begitu, Pemprov Jatim tidak bisa serta merta mengambil alih jalan sirip seperti yang diharapkan Pemkab Blitar.
Menurutnya perlu kajian terlebih dahulu. Sebab, di masing-masing jalan sirip itu ada kekurangan dan kelebihan.
"Kekurangannya dimana? Ada tanjakan yang terlalu tinggi. Itu bisa berakibat fatal pada kendaraan yang lalu lalang. Lalu, keuntungannya apa? Mungkin aksesnya lebih luas dibanding tempat lain. Nah, ini persoalan, sehingga perlu kajian-kajian, mana yang harus diambil," katanya.
Guntur mengatakan, kajian tersebut diperlukan agar pembiayaan Provinsi Jatim tidak keliru sasaran. Dia mengakui, pembiayaan jalan tersebut butuh bantuan provinsi dan nasional. Namun, perlu kajian mendalam.
"Kami akan segera tuntaskan persoalan ini. Kami akan ajak Dinas PUPR Provinsi Jatim dan Pemkab Blitar untuk bersama membahas permasalahan ini," katanya.