Rupanya hal tersebut menimbulkan kecemburuan pada sang selir, hingga suatu hari sang permaisuri hamil. Sang selir dan tabib berencana untuk mengusir permaisuri dengan memfitnahnya. Sang selir pun berpura-pura sakit dan mengatakan bahwa ini akibat dari makanannya yang telah diracuni oleh permaisuri.
Raden Putra pun percaya dengan selir. Akhirnya Raden Putra menyuruh pengawalnya untuk membawa permaisuri ke hutan dan membunuhnya.
Namun setelah sampai di hutan, para pengawal tahu bahwa permaisuri telah difitnah. Akhirnya mereka memalsukan kematian permaisuri dengan cara membunuh rusa dan mengambil jantungnya.
Waktu berlalu dan permaisuri telah melahirkan seorang putra bernama Cindelaras. Cindelaras juga suka menyabung ayam hingga suatu hari ayamnya berkata "Tuanku Cindelaras tinggal di hutan rimba, siapa sangka dia adalah keturunan Raden Putra".
Cindelaras pun terkejut dan dia menanyakan bagaimana kebenaran kepada ibunya. Akhirnya sang permaisuri pun bercerita semuanya kepada Cindelaras. Cindelaras pun merasa geram kepada sang selir dan tabib. Dia pun berencana untuk membuktikan bahwa ibunya tidak bersalah.