Cegah Covid-19, Warga di Sidoarjo Ini Rutin Gelar Tradisi Bakar Belerang 

Pramono Putra
Perangkat desa setempat menyiapkan tungku untuk tradisi membakar belerang bagi warga sekitar. (Foto: iNews.id/Pramono Putra).

SIDOARJO, iNews.id - Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo memiliki tradisi unik untuk mengusir wabah, termasuk pandemi Covid-19. Tradisi itu berupa membakar belerang di depan rumah yang diyakini bisa mengihindarkan warga dari penularan Covid-19. 

Percaya atau tidak, di saat desa lain berstatus zona merah, sampai saat ini Desa Sidorejo masih berstatus zona hijau. Bagi warga setempat, selain karena warga disiplin menjaga protokol kesehatan, mereka juga rutin melaksanakan tradisi leluhur dengan membakar belerang setiap pekan. 

Menurut mereka tradisi membakar belerang sudah ada sejak desa itu berdiri dan berlangsung turun temurun. Berdasarkan cerita leluhur, asap belerang yang dibakar bisa menetralisasi udara di lingkungan sekitar, sehingga menjadi bersih. Imbasnya, masyarajat menjadi sehat dan terhindar penyakit. 

"Jadi membakar belerang ini bukan ritual, tetapi tradisi leluhur. Dulu, kalau ada wabah, orang-orang selalu membakar belerang. Di masa pandemi ini ritual itu juga kami lakukan. Kami meyakini asap belerang ini bisa menetralisasi udara dari racun dan virus," kata salah seorang perangkat Desa Sidorejo, Sutrisno, Kamis (4/3/2021). 

Sutrisno mengatakan, setiap pekan, perangkat desa memfasilitasi warga untuk membakar belerang beramai-ramai. 

Meski tradisi bakar belerang ini belum bisa dibuktikan secara uji klinis, tradisi warga bakar belerang ini terbukti ampuh bisa mengantisipasi penyebaran covid-19. Kondisi ini dibuktikan dengan kondisi Desa Didorejo yang hingga awal tahun 2021 dalam keadaan zona hijau atau nol penyebaran Covid 19. 
 
Satgas Penanganan Covid-19 Sidoarjo mengapresiasi warga dalam melestarikan tradisi leluhur berupa membakar belerang. Namun, mereka juga tetap meminta warga di sekitar desa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni dengan tetap memakai masker dan cuci tangan serta menjaga jarak dan menghindari keramaian. 
 
"Tradisi ini baik sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Tetapi, warga juga harus tetap menjaga protokol kesehatan," kata, Satgas Covid-19 Sidoarjo Letkol Inf M Iswan Nusi. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

57 tahun lalu

Mantan Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Korupsi APD Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal