"Pemberian jamu ini merupakan salah satu upaya dari pengasuh ponpes menghadapi Covid-19, selain ada obat-obat dari dokter," kata ketua panitia kepulangan santri, Sunardi Kamis (18/6/2020).
Pengasuh ponpes juga telah menyiapkan ruang khusus untuk isolasi mandiri santri. Mereka akan dikarantina mandiri selama 14 hari.
Salah satu santri, Sa'diyah mengatakan dirinya kembali ke ponpes karena ingin menuntut ilmu. Maka di tengah suasana pandemi, semua syarat dan protokol kesehatan harus dilakukan.
"Semua Covid-19 segera berakhir dan kembali ke benar-benar normal bukan new normal," katanya.
Sementara pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah, KHR Ahmad Azaim Ibrahimi meminta agar para santri dan masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan protokol kesehatan. Tujuannya agar terhindar dari virus corona.
"Para santri yang kembali dalam beberapa hari ini, banyak dibantu pihak terkait seperti pemerintah daerah, NU dan tokoh masyarakat," katanya.
Tercatat, dari 14.000 santri, sudah ada 2.500 yang kembali ke pondok pesantren yang didirikan KHR As'ad Syamsul Arifin ini. Mereka tersebar dari seluruh pulau seperti Madura, Kalimantan, Sumatera bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.