Dia juga meminta masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi bencana alam khususnya banjir masih berpeluang untuk terjadi. Saat ini, curah hujan di Kabupaten Mojokerto diprediksi masih tinggi.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M Zaini menjelaskan, dari data prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan bulan Februari-April cuaca masih tinggi. Dia meminta warga terus mewaspadai ancaman banjir.
“Saya juga memohon bantuan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan status tanggap darurat di Tempuran akan berlangsung sampai tanggal 17 Februari 2020. Belajar dari pengalaman banjir di daerah itu, dia mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan menjaga lingkungan.