Bahkan menurut hasil tracer study Kemdikbudristek, TPT lulusan SMK Jatim pada 2022 hanya 3,3 persen.
Dia menuturkan, jika ini adalah momen penguatan mental dan pendirian, dia ingin mengajak anak-anak untuk sukses membangun semangat Pancasila. Ini PR bersama sebagai suatu bangsa. Pengalaman yang didapat akan mempersiapkan anak-anak masuk ke DUDIKA, dan mereka ini akan harus siap bukan untuk jadi karyawan tapi jadi juragan.
"Maka kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas SDM kita agar lulusan SMK bisa terserap masuk DUDIKA atau mandiri berusaha," imbuhnya.
Khofifah lantas berharap, melalui bidang keilmuan dan keahliannya masing-masing, para siswa ini dapat memiliki wawasan luas yang memberseiringi sikap dan akhlak mereka. Serta, menguatkan karakter nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan dan kesatuan, nilai kebudayaan, serta nilai sosial.
"Allah akan mengangkat derajat manusia melalui ilmu. Kalau ingin menguasai dunia maka harus dengan ilmu, kalau ingin menguasai akhirat, maka harus dengan ilmu. Kalau ingin menguasai keduanya harus dengan ilmu. Itu tulisan yang saya baca di ruang kerja Grand Syekh Al-Azhar," ujarnya.