Setelah berorasi, akhirnya perwakilan mahasiswa ditemui oleh pihak Rektorat Universitas Wiraraja Sumenep, Mujib Hannan. Dia mengatakan, sulit memenuhi tuntutan mahasiswa karena prosesi wisuda secara virtual sudah terencana dengan matang dan akan tetap digelar ditahun 2020.
Sementara soal biaya yang dipersoalkan mahasiswa, Universitas Wirajaya akan memberikan keringanan dengan pelunasan secara dicicil.
“Bagi mahasiswa yang mau ikut wisuda di tahun ini akan digelar mengacu surat keputusan rektor. Bagi yang tidak mengikuti wisuda di tahun ini bisa mengikuti di tahun depan,” kata Mujib Hannan.
Kecewa karena tuntutannya ditolak, para mahasiswa akhirnya membakar toga. Mereka juga menyegel gedung rektorat. Seluruh mahasiswa juga mengancam akan menggelar wisuda luring di depan kampus sebagai bentuk protes dan melakukan mogok bayar biaya wisuda secara virtual.