Berkedok Warung Kopi, Prostitusi Terselubung di Probolinggo Dirazia

Hana Purwadi
Petugas memasang garis polisi di warung kopi yang jadi tempat praktik prostitusi di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (5/2/2018). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Probolinggo menggelar razia prostitusi terselubung yang berkedok warung kopi di wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (5/2/2018). Hasilnya, petugas berhasil mengamankan enam wanita pekerja seks komersial (PSK) . Para PSK yang terjaring selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Petugas juga menutup warung kopi berserta bilik kamar yang disediakan pemiliknya untuk melakukan praktik prostitusi.

Sebanyak enam orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP, Kabupaten Probolinggo merazia sejumlah warung kopi, di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Razia dilakukan setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa warung kopi tersebut menyediakan wanita penghibur. Selain itu, warung kopi yang dimaksud juga memiliki bilik kamar untuk melakukan hubungan intim.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Pol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo menjelaskan, dari razia ini, polisi berhasil mengamankan enam orang PSK yang kedapatan menjajakan diri di lokasi tersebut. Petugas juga mengamankan pemilik warung kopi yang diduga sebagai mucikari. Selanjutnya, mereka yang berhasil terjaring razia kemudian didata, dan diserahkan ke Dinas Sosial setempat.

Setelah didata , Para PSK yang terjaring akan menjalani tes kesehatan. Bila diperlukan, mereka akan dikirim ke Kediri untuk direhabilitasi. “Kedoknya tempat ini sebagai warung kopi, Bapak-bapak bisa lihat sendiri seperti warung kopi sebagaimana umumnya lah,” kata Budi.

Budi menyebut, untuk mengantisipasi peredaran penyakit HIV/Aids, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. “Kami juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kesehatan para PSK ini,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi kembali beroperasinya prostitusi terselubung di lokasi itu, petugas kemudian menutup paksa warung kopi tersebut. Area warung dipasangi garis polisi. Petugas kemudian meminta sang pemilik warung yang sekaligus sebagai mucikari untuk membuat surat keterangan untuk tidak membuka warungnya kembali.

Berdasarkan informasi dari msyarakat sekitar, kegiatan prostitusi terselubung di kawasan tersebut sudah beroperasi sejak dua tahun silam. Warga sekitar yang resah dengan keberadaan praktik prostitusi terselubung di wilayahnya kemudian  melaporkan hal tersebut kepada Satpol PP untuk ditindaklanjuti.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
12 jam lalu

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Lumajang Jatim, BMKG: Berpusat di Laut

24 jam lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Tenggara Pacitan Jatim

2 hari lalu

Gara-Gara Uang Kerap Hilang Misterius, Warga Jember Pasang Spanduk Rawan Tuyul

3 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 3,4 Guncang Tenggara Jember Jatim

4 hari lalu

Kasus Utang Rp500.000 Jadi Rp70 Juta, Nenek Ngatini Dipanggil Penyidik Polres Jombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal