"Kita beli benih umbi yang satu kilo isi dua atau tiga. Nanti satu musim tanam bisa dipanen dengan tiap umbi bisa menjadi 2,5 hingga 3 kg. Dengan panen tiap satu periode musim tanam, uang hasil panen bisa digunakan diantaranya untuk memenuhi kebutuhan hidup, melunasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI, membeli benih baru hingga menambah tabungan," katanya.
Kepala Desa Pringapus, Tamsi juga menyampaikan hal serupa. Dia mengaku datang bersama warganya untuk memesan benih porang varietas Madiun 1 produksi Peporindo.
Tamsi mengaku pernah gagal menanam porang karena terkesima dengan harga murah dan tampilan fisik benih yang cerah. Ternyata saat ditanam tidak bisa tumbuh sehingga rugi. Bukan hanya bibitnya tetapi juga tidak bisa menanam lagi hingga harus menunggu periode tanam berikutnya.
Karenanya, kini Tamsi dan petani porang di desanya memilih benih porang varietas Madiun 1. Meski sedikit lebih mahal namun bisa tumbuh dengan hasil memuaskan.
Menurut Tamsi, benih porang varietas Madiun 1 secara fisik kuat dan padat, sehingga tidak mudah pecah. Selain itu kadar air juga sedikit dan yang terpenting alami, sehingga siap tanam.