Dia menambahkan, hasil survey tersebut menunjukkan bahwa ada yang keliru dalam sistem pendidikan saat ini. Seperti tidak adanya kurikulum Pancasila dan sejarah bangsa.
Ke depan, diperlukan kurikulum yang bisa menumbuhkan toleransi antar siswa. "Hampir 80 persen itu terpapar dari media sosial. Apalagi saat pandemi sekolah dilakukan secara daring," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Barikade Gus Dur Jatim, Ahmad Arizal mengatakan, kegiatan Dialog Kebangsaan ini digelar bersama Bakesbangpol Jatim. Tujuannya untuk menjaga agar Jatim tetap kondusif dan terhindar dari kelompok-kelompok radikal yang berpotensi merusak Indonesia. "Kita serukan untuk tetap berangkulan agar keamanan dan keutuhan NKRI tetap terjaga," katanya.