"Tuhan punya maksud untuk melahirkan saya di dunia. Kehendak Tuhan itu akan saya jawab, tentu dengan tekad hidup saya yang besar," kata bungsu lima bersaudara itu.
Fahrul makin bergairah menggapai cita-citanya, karena tak lama lagi mata kirinya akan menyerupai yang kanan. Karena di RSBS Jember, dia bakal mendapat operasi bola mata palsu. Diberi gratis oleh Yayasan Bina Sehat..
Bersama sang ibu, Sukisia, remaja 16 tahun ini harus berangkat pagi-pagi dari Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Menumpangi ambulans RS Al Huda Banyuwangi tanpa biaya, karena juga digratiskan.
"Setelah salat Subuh, sudah siap-siap berdua bersama ibu. Pukul 05.30 berangkat dari Genteng ke Jember," tuturnya.
Bagi Fahrul, perjalanan jauh yang melelahkan dari Banyuwangi ke Jember, tidak akan dia keluhkan. Karena capeknya yang dirasakan sekarang, bakal berbuah kebahagian sepanjang hidupnya.
Pun saat ditanya tentang kesiapan mentalnya, nanti saat memasuki ruang operasi, Fahrul mengaku akan melawan ketakutannya. Karena selama ini, dia sudah terbiasa sakit dipandang rendah karena kekurangan di mata kirinya.
"Saya bercita-cita menjadi pilot. Menjadi orang yang akan diandalkan orang lain," tuturnya dengan nada optimistis, yang diikuti dengan tuturan amin sang ibu.