Sementara Wakapolresta Malang Kota, AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan, terdapat peningkatan jumlah kasus yang siginfikan dalam sepekan terakhir. Setidaknya ada 11 kasus yang masuk data di Mapolresta Malang.
“Kasus yang masuk di antaranya penjambretan, pencurian sepeda motor, dan pencurian,” katanya.
Hingga Selasa (14/4/2020), jumlah napi di dua lapas di Kota Malang yang mendapat asimilasi berjumlah lebih dari 400 orang. Kepolisian menyayangkan hal ini karena Kementerian Hukum dan Ham tidak memberi tembusan kepada aparat terkait data narapidana yang mendapat program asimilasi.
Akibatnya, polisi pun tidak bisa melakukan pengawasan pada ratusan napi yang bebas tersebut. Pihaknya berharap, Kemenkumham bisa lebih selektif dalam memilih napi yang mengikuti program asimilasi.
Polisi meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tetap berada di rumah. Hal ini diyakini bisa mencegah terjadinya tindakan kejahatan.