Banyak yang Positif, Tim Covid-19 Jatim Lacak Peserta Pelatihan Petugas Haji Surabaya

Ihya Ulumuddin
Virus corona mengganggu berbagai kegiatan di dunia termasuk sepak bola. (Foto: Ist)

SURABAYA, iNews.id – Peserta pelatihan Petugas Calon Haji di Asrama Haji Sukolilo 9-18 lalu banyak yang positif corona. Bahkan, dua di antaranya meninggal dunia yakni satu peserta dan narasumber seorang Dosen IAIN Kediri.

Atas fakta ini, tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid-19) Jawa Timur (Jatim) terus melacak penularan virus di acara tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan virus lebih banyak lagi.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, tracing tersebut penting mengingat pelatihan tersebut melibatkan 415 peserta. Terdiri atas 166 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), serta 249 petugas dinas kesehatan. Mereka diketahui berasal dari kabupaten/kota se-Jatim, Bali hingga NTT.

“Hasil tracing sementara ini diketahui, ada salah satu narasumber yang positif corona. Tanggal 10 dia menjadi narasumber, tanggal 12 masuk rumah sakit dan tanggal 18 hasil swabnya positif,” katanya, Senin (30/3/2020).

Tak hanya itu, pada hasil tracing lanjutan, tim gugus tugas covid-19 Jatim, kembali menemukan satu narasumber lagi positif corona. “Dia tanggal 15 Maret jadi narasumber, tanggal 19 Maret dia masuk rumah sakit, tanggal 21 Maret hasil swabnya keluar positif,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim ini.

Namun, Kohar tidak membeberkan identitas maupun asal narasumber tersebut berasal. Dia juga enggan mengungkap riwayat kontak keduanya sebelum mengisi pelatihan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

“Karena ada yang positif, kami lantas melacak kemungkinan penularan pada peserta pelatihan (ada di 10 kelas). Hasilnya, ada dua peserta di kelas tiga, yang dinyatakan PDP dan dirawat di RSUD Kediri. Nah, satu di antaranya juga meninggal dunia. Sedangkan satunya lagi positif,” katanya.

Lalu, bagaimana perkembangan saat ini? Kohar menyebut, tracing masih terus dilakukan. Hasil sementara menyebutkan, ada 14 peserta yang dinyatakan PDP dan empat di antaranya positif.

“Sakarang kami terus melacak. Sebab, berdasarkan rapid test terbaru, ada sembilan peserta yang dinyatakan terjangkit virus corona. Namun, hasil ini belum dijadikan diagnosa final. Karena masih harus diuji dengan swab tes di laboratorium,” katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal