“Kami sudah izin protokol-protokolnya, supaya para relawan itu juga tidak menjadi positif, dan mereka juga membantu penanganan di RSUD Dr Soetomo menjadi lebih ringan,” ujarnya.
Direktur RSUD Dr Soetomo, Joni Wahyudiadi mengakui kekurangan dokter umum dan perawat. Pasalnya penambahan pasien positif Covid-19 di Jatim cukup tinggi, sehingga beban kerja tenaga medis di sana lebih berat.
“Saya mohon bantuan tenaga kesehatan, tentang jumlah dan materinya sedang kami pertimbangkan. Ini penting untuk membantu kami, biar tenaga kami hanya masuk empat jam terus gantian,” katanya.
Diketahui hingga saat ini terdapat 12 dokter yang terinfeksi Covid-19. Mereka para dokter yang tengah mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).