Kerugian yang dialami petambak diperkirakan cukup besar. Selain kehilangan hasil budidaya, mereka juga harus menanggung biaya perbaikan tanggul dan galengan yang jebol akibat terendam air laut.
Kondisi pesisir Sedati saat ini juga mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Banyak tanggul dan galengan yang sebelumnya menjadi pembatas antara daratan dan tambak kini rusak bahkan hilang akibat abrasi serta banjir rob yang terus berulang.
Akibatnya, sejumlah wilayah yang sebelumnya dapat diakses melalui jalur darat kini hanya dapat dijangkau menggunakan perahu. Warga menyebut banjir rob terjadi berulang kali setiap tahun dan dampaknya semakin meluas.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius. Selain fenomena pasang air laut, kerusakan kawasan pesisir yang berlangsung selama bertahun-tahun dinilai turut memperparah dampak banjir rob di wilayah tersebut.