Banjir lahar hujan susulan ini terekam oleh seismograf Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimal mencapai 24 milimeter.
Seorang warga, Muhammad Afid mengaku penasaran dengan banjir lahar Semeru. “Ya, pengin lihat banjir lahar Semeru,” ucapnya.
Mengingat material vulkanik yang masih panas dapat membahayakan keselamatan warga, petugas mengimbau masyarakat untuk menjauhi jalur aliran lahar.
BPBD Kabupaten Lumajang meminta warga untuk selalu waspada karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih fluktuatif, dan potensi banjir lahar susulan akan terus ada selama musim hujan.