Warga khawatir banjir bandang kembali datang dan menerjang permukiman mereka. Mereka memilih bertahan di tenda-tenda atau rumah warga yang lokasinya lebih tinggi dan jauh dari aliran Sungai Kali Jompo.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan petugas mengevakuasi warga yang berada di bantaran Sungai Jompo yang tersebar di RT 04 RW 08 sebanyak 18 jiwa, kemudian di utara sungai yang dievakuasi sebanyak 92 jiwa (26 kepala keluarga), dan 56 jiwa (42 KK).
“Kami harus mengungsikan sementara warga yang berada di bantaran Kalijompo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, banjir bandang tersebut membawa material kayu-kayu dan lumpur yang mengalir cukup deras di DAS Kali Jompo hingga hilir,” katanya.
Petugas hingga kini terus memantau aliran Kali Jompo yang mengarah di beberapa titik di Kecamatan Patrang. BPBD juga mengimbau warga yang berada di bantaran Kalijompo untuk siaga satu dan mengungsi, apabila air meluber ke permukiman warga.
Pantauan di lapangan, banjir bandang yang menerjang hulu sungai Kalijompo tersebut membawa material gelondongan kayu sengon dan lumpur yang cukup deras di sepanjang DAS Kali Jompo. Namun hingga Sabtu malam, banjir itu tidak masuk ke permukiman warga.