Krisis ini kian menyulitkan para sopir kendaraan logistik. Selain ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Solar yang langka hingga memaksa warga beralih ke Pertamax, pihak SPBU juga memberlakukan pembatasan kuota pembelian harian.
Kendaraan roda empat dan truk logistik dibatasi hanya boleh mengisi BBM maksimal senilai Rp300.000 per kendaraan.
Pembatasan ini membuat para sopir truk tidak dapat mengisi tangki bahan bakar secara penuh (full tank), sehingga mengancam kelancaran distribusi barang di Pulau Madura.