Barung mengatakan, luka robek di lambung korban hingga mengalami perdarahan diduga akibay tekanan yang sangat keras.
Menurut Barung, pendarahan tersebut masih didalami apakah akibat pukulan tangan kosong, atau dengan alat atau benda tumpul.
“Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan antar saksi untuk pendalaman dan pelaku saat ini sudah ditahan polisi untuk proses lebih lanjut," katanya.
Diketahui, Agnes Arnelita, balita berusia tiga tahun tewas tidak wajar dengan kondisi tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Semula, balita malang itu dilaporkan tewas tenggelam di bak mandi oleh ayah tirinya, Erik Ady Anwar, warga perumahan Telogowaru Indah Nomor D 14, Kota Malang, Rabu (30/10/2019) sore.
Namun, pihak keluarga besar korban curiga saat hendak memandikan jenazah Agnes untuk dimakamkan karena menemukan banyak luka. Mereka menduga Agnes tewas karena dianiaya. Atas kecurigaan itu, pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi.