Ayuning Fitri Desanti dan Mimpi Besar Alirkan Listrik ke Laut hingga Jalan Raya

Ihya Ulumuddin
Ayuning Fitri Desanti. (foto: iNews.id/ihya' ulumuddin).

Misi utamanya yakni mengurangi emisi gas buang di Kota Pahlawan. "Ada 17 bus listrik yang kami operasikan. Nanti akan kami tambah secara bertahap," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, bus listrik tersebut diproduksi sebanyak 57 unit di PT INKA untuk acara G20. 
Setelahnya, bus didistribusikan di Kota Surabaya dan Kota Bandung. 

Teknologi listrik pada bus inilah yang dibuat oleh bengkel kendaraan listrik milik Santi. "Kami juga yang membuat baterainya. Alhamdulillah, kami dipercaya Kementerian Perhubungan dan PT INKA untuk membantu membuat bus listrik itu," tutur Santi. 

Santi mengatakan, selain bus listrik untuk G20, bengkel kendaraan listrik miliknya juga telah mengonversi puluhan motor hingga membuat berbagai prototipe kendaraan listrik, untuk beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan. 

Salah satu yang monumental yakni membuat cikal bakal motor Gesits yang kini telah diproduksi massal oleh salah satu BUMN. 

"Untuk konversi belum banyak, baru sekitar 50-an. Ada mobil dan motor. Kalau untuk prototipe sudah lumayan banyak. Biasanya untuk pesanan perusahaan dan intansi pemerintahan," ujarnya. 

Harus Pakai Bahan Lokal

Kendaraan listrik masih dianggap mahal oleh sebagian orang. Sebab, harganya masih sedikit di atas harga kendaraan BBM. Bahkan untuk konfersi motor, rata-rata sebesar Rp16 juta hingga Rp20 juta per unit. Sementara untuk konfersi mobil bisa mencapai Rp180 juta. 

Menurut Santi, mahalnya harga tersebut karena beberapa komponen masih impor, salah satunya baterai. Karena itu sudah saatnya bagi pabrikan kendaraan listrik untuk menggunakan komponen lokal. Sebab, Indonesia punya potensi sumber daya yang sangat besar. 

"Apa pun yang terjadi, orang Indnesia harus menundukung produk Indonesia. Bukan produk yang ada Indonesia," katanya. 

Lebih dari itu, dia berharap kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin besar, salah satunya kendaraan listrik. Sebab, menurutnya, semua produk bisa diganti dengan tenaga listrik, mulai dari yang ada di laut hingga di jalan raya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejumlah Wilayah Sumatera Gelap akibat Listrik Padam, Ini Penjelasan PLN

57 tahun lalu

Terungkap! Penjaga Kafe di Lampung Komplotan Pencuri Kabel PLN, Aksinya Tergolong Nekat

57 tahun lalu

8 Hektare Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar, Jalan Lintas Provinsi Diselimuti Asap

57 tahun lalu

Tragis! Kabel PLN Putus, 2 Lansia di Pinrang Tewas Tersengat Listrik

57 tahun lalu

Listrik di Banda Aceh Kembali Menyala, Disambut dengan Takbir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal