"Nanti akan diputuskan setelah hasil yang namanya scientific identifikasi kita bekerja," ujarnya.
Menurutnya, kasus atap SDN Gentong ambruk ini ditangani bersama antara Polresta Pasuruan dan Polda Jatim. Dia memastikan kasus ini mendapat atensi khusus, karena ada korban jiwa.
"Kita ambil alih ini, bersama Polres Pasuruan Kota. Kita akan update terus ini," kata Barung.
Sebelumnya, atap di empat ruang kelas SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, tiba-tiba ambruk. Kejadian ini menewaskan seorang siswa, Irza Amaria Ramadani Almira (8), dan guru pengganti, Sevina Arsy Putri Wijaya.