Selain MJO, faktor lain yang memicu hujan di musim kemarau adalah angin gradien dari arah timur dengan pola steady, serta nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang cenderung negatif. Analisis kelembapan udara juga menunjukkan kondisi atmosfer cukup labil dan mendukung terbentuknya hujan lebat.
"Di Jawa Timur dan Malang Raya sendiri dua tiga hari ke depan akan diprediksi masih berlangsung hujan," katanya.
BMKG juga mencatat adanya anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan utara Jawa Timur dan Selat Madura yang berkisar antara -1,0°C hingga 1,5°C. Kondisi ini meningkatkan penguapan signifikan di wilayah tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat.
Dari prakiraan cuaca BMKG, hujan disertai petir kemungkinan turun pada siang hingga sore hari di beberapa wilayah Jawa Timur. Sementara pada malam hingga dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi.
"Suhu udara diperkirakan rata-rata mencapai 11–36 derajat, kelembapan udara 49–100 persen, angin dari arah timur laut dengan kecepatan 05–32 km per jam," kata Linda.