Sayangnya, sebagian orang masih berpandangan keliru. Sebab, mereka justru mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi demi mengejar kebahagiaan semu.
Karena itu, momentum Idul Adha diharapkan bisa menyadarkan umat, untuk membangun negeri. Sebab, Idul Adha menekankan prinsip solidaritas dan soliditas publik.
“Pada saat ini kita semua bahu-membahu, bergotong royong dalam ikhtiar bersama menanggulangi wabah corona. Seberat apapun problem yang dihadapi oleh negara ini, dengan modal semangat pengorbanan dan solidaritas kemanusiaan, niscaya berbagai masalah akan teratasi,” ujarnya.
Langkah tersebut kata Zayadi juga akan mengikis sikap mementingkan diri sendiri dan mencintai harta secara berlebihan. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” katanya.
Di akhir khotbah, Zayadi mengatakan ibadah kurban mempunyai dua nilai, yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Kesalehan spiritual berupa penyerahan diri kepada Allah dang mengekang egoisme, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim As.