Angka Perceraian di Jatim Meningkat Tajam selama Pandemi, Ini Penyebabnya

Ihya Ulumuddin
ilustrasi perceraian (sindonews)

Selain soal angka perceraian yang tinggi, DP3AK Jatim juga mencatat kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun ini meningkat. Data Sistem Informasi Online Kekerasan Ibu dan Anak (Simfoni) menyebutkan, hingga 2 November 2020 sebanyak 1.358 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi.

Rata-rata dari kekerasan perempuan dan anak terjadi di dalam rumah tangga. Karena itu, dia bertekad untuk menyelesaikan kasus tersebut, mengingat selama pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang beraktivitas dari rumah.

“Kalau dibiarkan akan menjadi konflik sosial hingga perceraian,” ujarnya.

Andriyanto mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya segera membuat tim pemulihan sosial. Dalam tim tersebut ada bidang konseling untuk keluarga sejahtera. Tim tersebut akan dibentuk di bakorwil-bakorwil yang ada di Jatim.

“Layanan bisa online dan offline, yakni, untuk melayani pengendalian penduduk, ketahanan keluarga dan terapi stres anak pada pendidikan,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangis Bahagia Warnai Kepulangan Jemaah Haji Bojonegoro, Disambut Para Keluarga

57 tahun lalu

Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Ngeri! Maling Motor Modus COD di Pasuruan Dihajar Massa hingga Kritis

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal