Alasan Polisi Semprotkan Gas Air Mata hingga Berujung 127 Korban Jiwa di Laga Arema FC 

Avirista Midaada
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat memberikan keterangan pers terkait kerusuhan Aremania, Minggu (2/10/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Sebanyak 127 orang tewas dalam kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya. Tragedi ini terjadi setelah ribuan suporter Aremania panik karena semprotan gas air mata

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebut pihaknya terpaksa menembakkan gas air mata ke arah penonton karena massa yang sudah tidak terkendali. Massa Aremania langsung merangsak masuk dan mengejar pemain Arema FC dan petugas keamanan.

"Hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," ucapnya, Minggu (2/10/2022). 

Pihaknya berdalih gas air mata hanya diarahkan ke massa yang berusaha masuk ke lapangan. Tapi kepanikan justru terjadi juga kepada mereka yang masih berada di tribun untuk mencari jalur keluar karena pedihnya gas air mata.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar, 1 Orang Tewas 2 Anak Luka-Luka

57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan Tewaskan Sopir di Grobogan, Mobil Oleng Masuk Saluran Irigasi

57 tahun lalu

Oknum Polisi di Makassar Ngamuk di Kos Mantan Pacar, Picu Keributan dengan Warga

57 tahun lalu

Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik saat Bantu Renovasi Rumah Tetangga

57 tahun lalu

Banjir Terjang 2 Kecamatan di Bone, Nenek dan Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal