“Untuk GBT, semua pihak harus menurunkan ego masing-masing. Semua harus duduk bersama (mencari solusi),” katanya.
Zainudin juga mengaku akan menyerahkan sepenuhnya opsi stadion di Jawa Timur sebagai venue Piala Dunia U-20 kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
“Biar itu menjadi ranah PSSI. Saya tidak mau masuk di situ. Tapi untuk mengelola olahraga, enggak bisa kita sendiri-sendiri. Enggak iso dewe-dewe. Harus gotong royong, harus bersama-sama,” kata mantan Anggota DPR RI itu.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menyebutkan, saat sore hari, aroma sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo terbawa angin dan masuk ke Stadion GBT. Khofifah pun khawatir bila FIFA tahu dan membatalkan GBT sebagai venue Piala Dunia U-20.
Karena itu, Khofifah mengusulkan sejumlah stadion di Jatim sebagai alternatif venue Piala Dunia U-20. Tiga di antaranya, Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Namun, pernyataan Khofifah ini membuat Pemkot Surabaya marah. Mereka pun meminta Khofifah untuk tidak mengganggu kesiapan Surabaya menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tersebut.
Polemik GBT ini pula yang membuat Menpora Zainudin Amali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion GBT pada Minggu (3/11/2019) sore. Namun, sayang, ZA yang tiba sekitar pukul 15.00 WIB tidak bisa masuk ke dalam stadion lantaran pintunya terkunci.