Kasie Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Tretes, Kabupaten Pasuruan, Suwarto menambahkan, 13 seismograf itu akan disebar di sepanjang jalur Sesar Kendeng. Antara lain Bojonegoro ada dua, Sidoarjo, Tuban, Pasuruan, Lumajang, Jember, Kediri, dan Bangkalan Madura.
“Jadi ketika nanti ada aktivitas kegempaan alat jadi sensitif lebih tepat lagi untuk analisa,” katanya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kesiapsiagaan terhadap bencana seperti gempa harus terus dipantau, sehingga masyarakat khawatir.
Karena itu, alat deteksi dan penelitian sangat berguna untuk mengambil kebijakan ke depan.
“Penelitian dari Universitas Gajah Mada (UGM) memang ada dorongan tanah dari bawah yang teridentifikasi. Ini untuk warning kita bersama bisa siap siaga,” katanya.