Sementara itu, dari 94 santri yang mengeluhkan sakit, 71 santri di antaranya bisa rawat jalan. Kondisi mereka membaik setelah mendapatkan perawatan oleh petugas medis dari puskesmas.
Namun, untuk sisanya terpaksa harus dirawat di puskesmas, karena kondisinya yang masih lemah dan masih mengalami diare. Mereka diberi obat serta cairan infus, agar kondisinya semakin membaik dan tidak lagi mengalami diare.
Dinas Kesehatan Blitar, kata dia, juga sudah mengambil sampel makanan yang dimakan para santri tersebut untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya. Hal itu untuk memastikan penyebab keracunan yang dialami para santri tersebut.