JOMBANG, iNews.id – Sebanyak 80 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tutup usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Belum ada kejelasan kapan koperasi tersebut akan mulai beroperasi setelah diresmikan pekan lalu.
Kepala Desa Mojongapit, Iskandar Arif, membenarkan kondisi mandeknya operasional gerai KDMP di wilayahnya.
Dia menjelaskan, saat Presiden Prabowo melakukan peresmian pekan lalu, seluruh KDMP di Jombang memang serentak dibuka untuk keperluan peluncuran program. Namun, sesaat setelah acara peresmian selesai, toko-toko tersebut langsung ditutup kembali hingga hari ini.
"Memang benar sudah diresmikan oleh Presiden Prabowo pekan lalu, tetapi sampai saat ini posisinya masih tutup. Setiap hari karyawan KDMP rutin datang ke lokasi, tapi mereka belum berani membuka toko untuk umum," ujar Iskandar Arif saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan pengakuan pihak pengelola desa, ada dua faktor utama yang membuat operasional Koperasi Desa Merah Putih ini lumpuh pasca-diresmikan yakni, stok barang di dalam toko dinilai belum siap. Salah satunya adalah pasokan elpiji yang saat peresmian dijanjikan dijual murah seharga Rp16.000, hingga kini belum ada kiriman pasokan sama sekali dari pusat.
Selain itu, manajemen dan karyawan KDMP di tingkat desa mengaku belum menerima Petunjuk Teknis (Juknis) maupun arahan regulasi harga dari PT Agrinas selaku mitra pengelola.
Akibat ketiadaan patokan harga resmi tersebut, para karyawan memilih aman dengan tidak melayani transaksi pembelian dari masyarakat sekitar karena takut menyalahi aturan internal.
Ketidakjelasan operasional ini membuat pihak pemerintah desa tidak dapat berbuat banyak. Pihak desa kini hanya bisa menunggu kesiapan dari pemegang proyek program tersebut.