"Masih belum ada informasi (penambang pasir yang hilang). Masih proses evakuasi, kita sisir. Laporan nanti malam sekaligus harus diverifikasi dan divalidasi," ungkap dia.
Hingga Minggu sore korban meninggal dunia imbas erupsi Gunung Semeru total 13 orang.
"Untuk meninggal dunia masih simpang siur. Kita ada 6 orang, ada 13. Makanya masih diverifikasi dan divalidasi. Untuk informasi masih belum ada laporan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan panas keluar dan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.
Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.
Akibat erupsi ini 13 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan ada 41 warga terluka akibat terkena material awan panas dan abu vulkanik Gunung Semeru. Sedangkan masih ada beberapa warga yang dilaporkan dalam pencarian karena diduga hilang.