Dalam pencarian tujuh ABK KM Cahaya Bahari Jaya, lanjut dia, pihak Satpolairud Probolinggo terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak baik di Probolinggo maupun Pulau Madura karena hingga Senin siang masih belum ditemukan kapal motor beserta ABK nya tersebut.
"Mudah-mudahan tujuh ABK yang hilang tersebut bisa ditemukan secepatnya dan pihaknya juga mengimbau kepada nelayan yang berlayar untuk berhati-hati saat melaut ketika terjadi cuaca buruk," katanya.
Slamet mengatakan pihak Satpolairud masih belum bisa menyampaikan apakah KM Cahaya Bahari Jaya tersebut tenggelam atau terkendala hal lainnya karena hingga kini masih belum ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
Pemilik KM Cahaya Bahari Jaya, Matari, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo melaporkan hilangnya kapal dan tujuh ABK dengan mendatangi Kantor Satpolairud Probolinggo pada Minggu (21/10) sore.
"Kapal itu berlayar dengan tujuh ABK dan satu nahkoda untuk melaut sejak Kamis (18/10) dan saya bisa menghubungi nakhoda pada Jumat (19/10) malam yang mengabarkan posisi kapal sudah di perairan Paiton Probolinggo," katanya.
Setelah itu, Matari tidak bisa menghubungi nakhoda dan seluruh ABK pada Sabtu (20/10) malam. Matari mendapat informasi bahwa ada nelayan yang jenazahnya mengapung di perairan Kabupaten Pamekasan, Madura dan setelah dicek bahwa benar jenazah tersebut adalah ABK KM Cahaya Bahari Jaya bernama Rohim, setelah pihak keluarga datang ke Pamekasan.
Jenazah nelayan Rohim yang ditemukan di perairan Pantai Pamekasan sudah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.