584 Desa di Selatan Jawa Terancam Tsunami, BNPB Safari Desa Tangguh Bencana

Antara
Tim Ekspedisi Destana BNPB memasang papan peringatan daerah rawan tsunami di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Foto: istimewa)

BLITAR, iNews.idTsunami yang mengintai pesisir selatan Pulau Jawa disikapi serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menggelar Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) di ratusan desa.

Kepal Sub Direktorat Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan, BNPB terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan ancaman bencana tsunami terutama pada warga yang tinggal di pesisir.

"Masyarakat ternyata masih butuh sosialisasi. Yang pasti ringan tapi tahu akan ancamannya. Kami tidak menakuti orang, tapi memberikan pemahaman bahwa lokasi yang ditinggali rawan tsunami," kata Pangarso Suryotomo di Blitar, Jawa Timur, Rabu (17/7/2019).

Dia mengatakan, dalam program ini menitikberatkan pada lokasi di pesisir pantai yang dinilai rawan bencana tsunami. Dengan total, terdapat 584 desa mulai dari Kabupaten Banyuwangi sampai Serang, Banten.

Dari jumlah itu, banyak di Pulau Jawa, karena jumlah penduduk di Pulau Jawa banyak yang tinggal di pesisir selatan serta banyak daerah yang menjadi objek wisata.

Pangarso menjelaskan, kegiatan penguatan ketangguhan bencana di pesisir selatan Jatim dilakukan pada 12-22 Juli 2019, diawali dari Banyuwangi hingga Pacitan.

Diaa berharap dengan program ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman bencana. Salah satu kejadian yang membuat BNPB selalu siaga, adalah kejadian tsunami di pesisir Pandeglang, Banten, pada akhir 2018, karena ternyata mayoritas korban adalah pendatang dan wisatawan.

Saat ini, tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 dari BNPB sudah sampai di Kabupaten Blitar. Tim menuju ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan pantai dan masuk daerah rawan bencana tsunami.

Dia mengatakan, tim telah mengadakan evaluasi dari program yang dimulai di Kabupaten Banyuwangi hingga di Malang, bahwa masyarakat sangat antusias dan berharap ada pelatihan penanggulangan bencana seperti ini berulang kali. Namun, untuk saat ini BNPB hanya "membuka jalan" dan untuk pelatihan selanjutnya bisa dilakukan oleh BPBD di daerah.

"Masyarakat sangat respek dan banyak yang harapkan ada seperti ini berulang kali dan nantinya bisa diteruskan oleh BPBD setempat," kata anggota tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 tersebut.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Update Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah: 1.652 Rumah Rusak, 3 Tewas dan 91 Luka-Luka

57 tahun lalu

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1.074 Rumah Rusak, 73 Luka-Luka dan 1 Tewas

57 tahun lalu

Gempa Besar Magnitudo 6,5 Guncang Melonguane Sulut Sore Ini

57 tahun lalu

Gempa M5,1 Guncang Bitung Sulut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal