Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, ditemukan sejumlah bom pipa aktif di rumah Tri. ”Ada juga detonator,” kata dia.
Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, bom telah diledakkan dengan cara dikubur lebih dulu di tanah dengan kedalaman tertentu. ”Setelah itu ditimbun menggunakan pasir dan diledakkan karena polanya seperti itu," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (15/5/2018)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, Pemkot Surabaya menawarkan lahan untuk digunakan peledakan bom itu kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan.
”Karena awalnya bom akan dibawa ke Pusdik Brimob di Watu Kosek, Pasuruan. Itu terlalu jauh. Gak usah lah Pak (Kapolrestabes), saya carikan lahan di sekitar situ. Akhirnya, kita siapkan lahan BTKD (Bekas Tanah Kas Desa) di Medokan Sawah Timur yang luas, sekarang kita sedang melakukan penggalian di sana,” kata Risma.
Mengantisipasi serangan teroris, Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan alat untuk mendeteksi dini warga-warga yang mencurigakan. Nantinya, Pemkot Surabaya bisa memantau warga itu apakah baru kembali dari luar negeri atau bagaimana, sehingga pengembangan alat ini nanti akan bekerjasama dengan pihak Imigrasi dan pihak kepolisian.
“Semoga segera selesai. Nanti kalau sudah siap, akan saya sampaikan ke teman-teman media,” kata dia.
Selain itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa saat ini Pemkot Surabaya juga membentuk trauma center untuk mendampingi anak-anak korban bom di Surabaya. Meskipun, sejak awal kejadian, tim psikolog Pemkot Surabaya sudah mendampingi pihak keluarga yang menjadi korban bom.