5 Helikopter AS 565 MBE Panther Antikapal Selam Perkuat TNI AL

Ali Masduki
Lima Helikopter AS 565 MBE Panther saat diserahterimakan di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL, Juanda, Surabaya, di Sidoarjo, Jatim, Senin (28/1/2019). (Foto/KORAN SINDO/Ali Masduki)

SURABAYA, iNews.id – Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) kembali menerima lima helikopter AS 565 MBE Panther dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Senin (28/1/2019). Helikopter buatan Airbus Helicopters Perancis bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ini melengkapi 11 pengadaan Mabes AL dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan Dwika Tjahja mengatakan, kedatangan lima helikopter jenis Panther AS 565 MBE ini bagian dari total 11 pengadaan helikopter Panther yang sebelumnya sudah diterima Puspenerbal.

“Lima pesawat ini adalah yang terakhir dari 11 pengadaan helikopter, yang diterima Puspenerbal,” kata Dwika usai upacara serah terima di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL Juanda Surabaya, di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Senin (28/1/2019).

Helikopter jenis Panther AS 565 MBE merupakan helikopter antikapal selam dan penembak kapal selam yang mampu mendeteksi kapal selam musuh. Helikopter ini dilengkapi dengan teknologi dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) yang dapat beroperasi secara optimal di area laut dangkal maupun area laut dalam.  

Panther AS 565 MBE juga dapat melakukan redetection, melokalisasi sasaran dan melancarkan serangan torpedo di perairan dalam dan dangkal. Kecanggihan yang dimiliki itu akan digunakan untuk melaksanakan taktik-taktik pencarian dan penghancuran pada peperangan antikapal selam secara andal dan efektif.

“Helikopter Panther AS 565 MBE memang kita siapkan untuk mendukung operasional TNI Angkatan Laut, khususnya membantu operasional KRI dalam melaksanakan peperangan antikapal selam, yaitu kapal di bawah permukaan. Helikopter ini mendukung tugas pokok ke depan,” kata Dwika.

Helikopter baru ini akan dioperasikan oleh Skuadron 400. Ke depan, lanjut Dwika, Puspenerbal akan terus meningkatkan kemampuan dengan mendatangkan unsur-unsur baru sesuai fungsi dan tugasnya, termasuk membentuk skuadron antikapal selam. “Kami akan menambah baik jumlah maupun jenisnya,” katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara

57 tahun lalu

Hebat! PT PAL Pangkas Waktu Produksi Kapal Perang 2 Tahun Jadi 6 Bulan

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

Mencekam! OPM Serang Warga Tembagapura, Anak Perempuan Tewas Ditembak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal