40 Pengungsi Wamena Papua asal Jatim Tiba di Surabaya, Begini Kisahnya

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jatim Khofifah saat menemui pengungsi Papua asal Madura dan Lumajang yang baru tiba di Surabaya. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

"Saya dengar teriakan polisi dan Brimob ‘tutup tutup’. Saya nggak tahu apa maksudnya. Ketika pintu ditutup saya melompat lewat plafon, keluar mencari jalan," katanya.

Pria yang kesahariannya bekerja sebagai tukang ojek di Wamena itu kemudian lari ke gunung menjauhi kerusuhan. Dia tak sendirian, namun bersama sekitar 200 orang lainnya yang berlari menyelamatkan diri saat terjadi konflik.

Tidak lama kemudian mereka dijemput polisi untuk turun ke Polres Jayawijaya. Sebagian lainnya ke Koramil kota setempat. "Saya tinggal di polres selama tiga hari tiga malam," ucapnya.

Saat di Polres Jayawijaya, Asyari mengaku mendapat info jika pelaku penyerangan bukan orang Wamena. Dia juga tidak mengetahui asal serangan serta siapa yang melakukannya.

"Sebetulnya hubungan kami dengan warga Wamena baik. Tidak ada masalah selama tiga tahun tinggal. Kami hidup rukun dengan warga," tuturnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Pedagang Cilok Ditemukan Tewas di Kontrakan Cikupa, Perantau asal Madura

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

Emosi saat Bercanda, Pria di Sampang Madura Pukul Tetangga Pakai Cobek

57 tahun lalu

Kecelakaan di Jalur Mudik Suramadu, Truk Tabrak Sedan Bawa Satu Keluarga

57 tahun lalu

Viral! Truk Kayu Ugal-ugalan di Lumajang, Sopir Ditangkap Kendaraan Ditahan Polisi 30 Hari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal