“Jenazah akan kami salatkan di masjid dekat rumah korban, kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa dalam satu liang lahat,” katanya.
Sutrisno diketahui merupakan pengusaha pemotongan daging di Pasar Talun dan juga menjalankan usaha jual beli mobil bekas. Sementara istrinya dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membantu warga sekitar.
“Beliau berdua itu orangnya sangat baik, ramah ke siapa saja. Kalau ada tetangga butuh bantuan, pasti dibantu,” ujar salah satu warga setempat, Minggu (19/4/2026).
Diketahui, kecelakaan terjadi saat keluarga ini dalam perjalanan pulang dari Banyuwangi usai menjenguk kerabat. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
Peristiwa nahas ini bermula saat truk trailer bermuatan tripleks melaju dari arah selatan menuju Kota Probolinggo. Saat melintasi jalan menurun, truk diduga mengalami rem blong hingga tak terkendali.