SURABAYA, iNews.id – Empat dari enam anggota keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kecamatan Gubeng, Kota Surabayameninggal dunia. Mereka terdiri atas orang tua (pasangan suami istri), anak perempuan serta janin delapan bulan.
Informasi yang dihimpun, keempat anggota keluarga ini meninggal berurutan dalam waktu enam hari. Pada tanggal 30 Mei, sang ayah (G/65) meninggal dunia di RSI Jemursari dan sehari berikutnya anak perempuan (D) yang mengandung janin 8 bulan menyusul meninggal dunia.
Sebelum D meninggal, dokter sempat melakukan operasi pengeluaran janin, sebab calon jabang bayi tersebut tidak berdenyut lagi. Sedangkan sang ibu (C), meninggal dunia 2 Juni, dua hari setelah kematian D.
“Begitu ada kabar, kami langsung gerak cepat, melakukan karantina keluarga yang tersisa. Kampung juga sudah ditutup. Kami juga masih melakukan investigasi,” kata Anggota Tim Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur (Jatim) dr Makhyan Jibril Al Farabi di Grahadi, Jumat (5/6/2020) malam.
Makhyan mengatakan, dari empat anggota keluarga yang meninggal dunia tersebut, baru satu yang positif corona, yakni D. Sedangkan ayah dan ibu (G dan C) masih menunggu swab. “Untuk D, swabnya sudah keluar. Dia positif. Untuk ayah dan ibunya rapidnya reaktif, tetapi mereka meninggal sebelum swabnya keluar,” ujarnya.