“Saya datang menemani putri saya menjalani pemeriksaan. Ada 25 siswa yang jadi korban guru cabul, namun baru 13 yang sudah melapor. Saya minta Dinas Pendidikan Jombang untuk menjadwalkan mengunjungi tiap sekolah agar hal seperti ini tidak berulang,” kata Latif, salah satu orang tua siswi SMP.
Latif mengaku syok atas peristiwa yang dialami anak gadisnya. Dia tidak menyangka jika putrinya mendapat perlakuan yang tidak senonoh oleh oknum guru di sekolahnya.
Informasi yang dihimpun, modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi dugaan pencabulan terhadap siswi SMP itu yakni dengan alasan merukiah tiap korbannya. Ketika saat proses rukiah berlangsung itulah, para korban yang masih belum tahu apa-apa ini justru menjadi korban pencabulaan pelaku yang merupakan guru mereka.